Kabar Mudisa

Edukasi Anti Perundungan Mudisa Bersama FIKES

Mudisaofficial.com-Kegiatan Edukasi Anti Perundungan Mudisa kembali di gelar di SD Muhammadiyah 01 Jember (Mudisa) melalui kolaborasi dengan mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Jember. Pada Kamis, 11 Desember 2025, para mahasiswa melaksanakan tugas akhir Mata Kuliah Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) dengan mengusung tema besar “Tebarkan Kebaikan Hentikan Perundungan” untuk siswa kelas 4, 5, dan 6.

Edukasi Anti Perundungan Mudisa Dilaksanakan di Dua Lokasi

Agar penyampaian materi lebih fokus, kegiatan edukasi ini di bagi menjadi dua tempat.
• Siswa putri mengikuti sesi di Auditorium.
• Siswa putra mengikuti sesi di Masjid Muhammad Darwis.
Pembagian lokasi ini membantu mahasiswa menjelaskan materi secara lebih terarah dan sesuai kelompok peserta.

Materi yang Dekat dengan Realitas Siswa

Mahasiswa memaparkan bentuk-bentuk perundungan, mulai dari fisik, verbal, sosial, hingga digital. Penjelasan disampaikan dengan contoh situasi yang sering di jumpai siswa, sehingga materi terasa dekat dan mudah di pahami. Mereka juga mengingatkan bahwa perundungan tidak selalu berupa tindakan keras. Ucapan mengejek, mengabaikan teman, atau menyebarkan cerita yang belum tentu benar juga merupakan bentuk perundungan.

Antusiasme dalam Edukasi Anti Perundungan Mudisa

Para siswa menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif bertanya, bercerita, dan menanggapi contoh kasus yang di bawakan mahasiswa. Sesi video edukasi membuat perhatian anak-anak semakin terfokus, memberikan gambaran real dan mendorong mereka memahami pentingnya saling menjaga dan melapor jika melihat perilaku tidak sesuai.

Kolaborasi yang Menguatkan Karakter

Pihak sekolah menilai edukasi anti perundungan Mudisa ini sebagai langkah penting dalam penguatan karakter. Kolaborasi antara kampus dan sekolah membantu menghadirkan perspektif baru bagi siswa, sekaligus menanamkan nilai empati, keberanian, dan kepekaan sosial.

Menjadi Penebar Kebaikan

Kegiatan ditutup dengan ajakan agar seluruh siswa menjadi penebar kebaikan di lingkungan sekolah. Tidak hanya menghindari perundungan, tetapi juga berani menghentikan dan melapor jika melihat tindakan yang merugikan teman.

Melalui kegiatan ini, sekolah berharap tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuhnya karakter anak yang berakhlak mulia.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *