Kabar Mudisa

Pesan Istiqomah Warnai Khotmul Qur’an Mudisa

MudisaOfficial.com – Khotmul Qur’an dan Imtihan Tartil Tahfidz Metode Ummi ke-V SD Muhammadiyah 01 (Mudisa) Jember berlangsung khidmat di Aula Diknas Kabupaten Jember, Sabtu (18/4/2026). Namun, di balik prosesi yang sakral itu, pesan kuat tentang istiqomah justru menjadi sorotan utama.

Sejak awal sambutan, Kepala SD Mudisa, Muhammad Khotib Firdaus, mengajak seluruh hadirin memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT dan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Ia kemudian menyampaikan apresiasi kepada para tamu undangan dari unsur Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Aisyiyah, hingga para guru dan ustadz-ustadzah yang telah membersamai proses pendidikan Al-Qur’an di sekolah.

Selanjutnya, ia secara khusus menyampaikan rasa hormat kepada kepala sekolah sebelumnya, Abdul Wasid, yang telah merintis program ini hingga bisa terlaksana secara konsisten hingga tahun kelima. “Kami hanya melanjutkan perjuangan beliau. Tanpa beliau, kami akan kesulitan memulainya,” ungkapnya, yang langsung disambut tepuk tangan hadirin.

Namun demikian, bagian paling mengena dari sambutan tersebut muncul ketika ia mulai berbicara langsung kepada para siswa. Dengan gaya komunikatif, ia menegaskan bahwa khotmul qur’an dan imtihan bukanlah garis akhir.

“Anak-anakku semuanya, ini bukan garis finish. Ini adalah awal untuk naik ke level selanjutnya,” tegasnya.

Pesan untuk Peserta Khotmul Quran Mudisa

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an saja sudah menjadi capaian luar biasa. Bahkan, menurutnya, tidak semua orang dewasa mampu melewati tahap tersebut dengan baik. Oleh karena itu, ia meminta para siswa untuk tidak cepat berpuas diri.

Di sisi lain, ia juga mengakui bahwa proses mendidik hingga mencapai tahap ini bukan hal mudah. Ia bahkan menyampaikan kekagumannya kepada para ustadz dan ustadzah yang mampu membimbing siswa hingga lancar membaca, memahami tajwid, dan menghafal Al-Qur’an.

“Saya sendiri masih belajar bagaimana cara mengajarkannya. Luar biasa perjuangan para ustadz-ustadzah,” ujarnya.

Kemudian, ia kembali menekankan pesan inti: istiqomah. Menurutnya, tantangan terbesar bukan pada saat belajar, melainkan setelah selesai.

“Jangan sampai setelah khotmul qur’an ini, kalian berhenti membaca. Justru ini awal perjuangan untuk istiqomah membaca Al-Qur’an,” pesannya dengan penuh penekanan.

Secara spontan, ia pun mengajak siswa berkomitmen. “Siap untuk istiqomah membaca Al-Qur’an?” tanyanya. Sontak, para siswa menjawab kompak, “Siap!” yang kemudian disambut takbir penuh semangat.

Tak berhenti di situ, suasana semakin haru ketika ia memimpin doa bersama. Ia memohon agar para siswa menjadi anak-anak yang saleh dan salehah, berbakti kepada orang tua, serta berguna bagi agama, bangsa, dan negara. Selain itu, ia juga mendoakan para guru agar di berikan kelimpahan rezeki serta keberkahan dalam mendidik.

Dengan demikian, acara Khotmul Qur’an dan Imtihan Tartil Tahfidz Metode Ummi ke-V ini tidak sekadar menjadi seremoni kelulusan. Sebaliknya, kegiatan ini menjadi momentum penguatan komitmen spiritual, baik bagi siswa, orang tua, maupun guru.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *