Kabar Mudisa

Puisi Kartini Menggema di Mudisa

MudisaOfiicial.com – Suasana peringatan Hari Kartini di SD Muhammadiyah 01 (Mudisa) Jember, Selasa (21/4/2026), terasa berbeda. Bukan hanya meriah oleh gebyar lomba, tetapi juga mengalir syahdu lewat lantunan puisi yang di bawakan salah satu siswa, Aisyah Aila Varisha.

Sejak pagi, kegiatan di awali dengan apel bersama di lapangan basket Mudisa. Seluruh siswa berbaris rapi, sementara guru dan panitia mengondisikan jalannya acara. Setelah itu, rangkaian peringatan Hari Kartini pun mulai bergulir dengan tertib.

Namun demikian, di tengah riuhnya lomba paduan suara dan kreasi kipas 3D, penampilan puisi justru menjadi titik hening yang menyentuh. Aisyah Aila Varisha tampil percaya diri membawakan puisi berjudul “Kartini Masa Kini”. Suaranya mengalun tenang, tetapi penuh makna, seolah merangkai ulang semangat Raden Ajeng Kartini dalam versi masa kini.

Ia membuka puisinya dengan gambaran perempuan masa kini yang tangguh dan tak mudah menyerah. “Perempuan masa kini bangkit tanpa lelap, menyulam harapan di sela waktu yang sempit,” lantunnya. Kalimat demi kalimat mengalir rapi, menghadirkan sosok perempuan yang kuat, berilmu, dan terus melangkah meski dunia tak selalu ramah.

Kartini Masa Kini

Selanjutnya, Aisyah menegaskan bahwa Kartini bukan sekadar tokoh masa lalu. Ia hidup dalam setiap langkah perempuan hari ini. Dengan diksi sederhana namun kuat, puisi itu menggambarkan perempuan sebagai cahaya yang tak pernah redup oleh waktu.

“Wahai perempuan, teruslah bersinar, meski badai datang menghadang dan berputar,” ucapnya dengan penuh penghayatan. Para siswa yang menyimak tampak terdiam, larut dalam pesan yang disampaikan.

Lebih lanjut, puisi tersebut juga menekankan pentingnya pendidikan dan keteguhan hati. Perempuan masa kini digambarkan sebagai sosok yang tidak hanya bermimpi, tetapi juga berjuang mewujudkannya. Dengan begitu, semangat Kartini benar-benar terasa hidup di tengah generasi muda.

Setelah penampilan puisi, suasana kembali mencair. Kegiatan pun dilanjutkan dengan lomba paduan suara yang penuh harmoni, serta lomba membuat kipas 3D yang memamerkan kreativitas siswa. Meski begitu, penampilan Aisyah tetap menjadi salah satu momen paling berkesan dalam rangkaian acara.

Dengan demikian, peringatan Hari Kartini di Mudisa tidak hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi juga kedalaman makna. Melalui puisi, pesan perjuangan, harapan, dan keberanian tersampaikan dengan cara yang lebih menyentuh.

Akhirnya, dari sebuah panggung sederhana di sekolah, suara Kartini seakan bergaung kembali. Bukan dari masa lalu, melainkan dari generasi muda yang siap melanjutkan cahaya itu ke masa depan.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *