Kabar Mudisa

Akhlak Lebih Penting daripada Kecerdasan

MudisaOfficial.com – Akhlak lebih penting daripada kecerdasan. Pesan tersebut di sampaikan Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sumbersari, Prof. Dr. H. Hairus Salikin, M.Ed., saat memberikan sambutan pada Mudisa Award 2026 di Auditorium Universitas Jember, Sabtu (20/6/2026). Menurutnya, pembentukan karakter harus menjadi prioritas utama dalam pendidikan anak.

Menurut Prof. Hairus, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik maupun penghargaan yang di terima siswa. Ia menegaskan setiap anak memiliki potensi dan kehebatan masing-masing yang akan berkembang sesuai waktunya.

“Kalau ada anak yang hari ini belum mendapatkan penghargaan, bukan berarti mereka tidak hebat. Sejatinya semua siswa SD Muhammadiyah 01 Jember adalah anak-anak hebat pada bidangnya masing-masing. Mutiara yang dimiliki setiap anak hanya belum muncul pada waktunya,” ujarnya.

Kemudian Prof.Hairus mengapresiasi penyelenggaraan Mudisa Award 2026 sebagai bentuk penghargaan atas prestasi peserta didik. Namun, ia mengingatkan agar orang tua tidak menjadikan penghargaan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan anak.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada SD Muhammadiyah 01 Jember yang selama ini terus berkembang menjadi salah satu sekolah dasar unggulan di Kabupaten Jember. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi antara sekolah, guru, dan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang peserta didik.

Teladan dan Akhlakul Karimah

“Apalah artinya sekolah jika ayah dan bunda di rumah tidak menjadi teladan. Anak-anak hanya berada di sekolah beberapa jam, selebihnya pendidikan sejati ada di dalam keluarga,” katanya.

Dalam sambutannya, Prof. Hairus mengutip hasil berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa kecerdasan intelektual hanya menjadi salah satu faktor penentu kesuksesan seseorang. Ia menyebut keberhasilan di masa depan lebih banyak di pengaruhi oleh karakter, spiritualitas, dan nilai-nilai kehidupan yang di tanamkan sejak dini.

“Kecerdasan tetap penting, tetapi hanya memberi sumbangan sekitar 20 hingga 25 persen terhadap keberhasilan hidup. Selebihnya di tentukan oleh hal-hal lain, salah satunya spiritualitas dan akhlak,” jelasnya.

Karena itu, ia mengapresiasi komitmen SD Muhammadiyah 01 Jember yang tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik siswa, tetapi juga menanamkan akhlakul karimah sebagai fondasi pendidikan.

“Jangan khawatir menyekolahkan putra-putri di SD Muhammadiyah 01 Jember. Di sini bukan hanya kecerdasan yang di rawat, tetapi juga kecerdasan spiritual dan akhlakul karimah. Kalau anak-anak sudah menjadi pribadi yang saleh dan salehah, insyaallah kecerdasan yang lain akan mengikuti,” tuturnya.

Guru Besar Bahasa Universitas Jember itu, menutup sambutannya dengan mengajak seluruh orang tua dan sekolah terus bersinergi membentuk generasi yang berkarakter. Menurutnya, kepintaran tanpa kejujuran dan akhlak tidak akan memberikan manfaat bagi kehidupan.

“Apalah gunanya anak kita cerdas kalau curang. Apalah gunanya anak kita pintar kalau tidak jujur. Mari bersama-sama menjadikan putra-putri kita berakhlakul karimah,” pungkasnya.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *