Manasik Haji Mudisa Tanamkan Nilai Ibadah Sejak Dini
MudisaOfficial.com – SD Muhammadiyah 01 (Mudisa) Jember menggelar kegiatan Manasik Haji yang di ikuti seluruh siswa kelas I hingga VI, Selasa (26/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut di laksanakan bertepatan dengan 9 Dzulhijjah 1447 Hijriah atau Hari Arafah. Hal ini sebagai bagian dari pembelajaran praktik ibadah dalam mata pelajaran Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab (Ismuba).
Kepala Bidang Ismuba, Wulidatul Aminah M.Pd, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada siswa tentang tata cara pelaksanaan ibadah haji.
“Melalui praktik ini, siswa tidak hanya memahami teori. Tetapi juga mengenal setiap rangkaian ibadah haji secara langsung sesuai dengan tingkat usia mereka,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa mengenakan pakaian ihram dan busana muslim serba putih. Mereka mengikuti setiap rangkaian manasik secara bergantian dengan bimbingan guru, mulai dari mengenal miniatur Ka’bah hingga praktik beberapa tahapan ibadah haji.
Manasik Haji Mudisa Kenalkan Tata Cara Ibadah
Melalui miniatur Ka’bah dan berbagai media pembelajaran yang disiapkan sekolah, siswa di ajak memahami tata cara pelaksanaan ibadah haji secara lebih nyata. Pembelajaran praktik ini membantu peserta didik mengenal urutan ibadah sekaligus memahami makna di balik setiap rangkaian pelaksanaan haji.
Kegiatan berlangsung tertib dengan pendampingan guru di setiap pos manasik. Para siswa mengikuti arahan secara bergiliran sehingga setiap peserta memperoleh kesempatan mempraktikkan materi yang telah di pelajari di kelas.
Selain mengenalkan tata cara ibadah haji. Kegiatan ini juga menjadi sarana menanamkan nilai religius, kedisiplinan, kesabaran, dan kebersamaan kepada seluruh peserta didik. Momentum Hari Arafah di pilih agar siswa semakin memahami makna ibadah haji. Sekaligus meningkatkan kecintaan terhadap syariat Islam sejak usia dini.
Melalui kegiatan Manasik Haji Mudisa, SD Muhammadiyah 01 Jember terus menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya bersifat teoritis. Tetapi juga memberikan pengalaman praktik kepada siswa. Dengan demikian, peserta didik di harapkan mampu memahami pelaksanaan ibadah haji sekaligus mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.

