Kelas Internasional Mudisa Bersama Educator Jepang

Mudisaofficial.com — SD Mudisa kembali menghadirkan pengalaman pembelajaran global melalui Mini Online Session kelas internasional yang di gelar pada Senin, (27/102025). Dalam sesi ini, para siswa berinteraksi langsung dengan educator asal Jepang, Hana Tamatsumakuri, melalui platform Zoom. Kegiatan ini di rancang sebagai pemanasan sebelum program pertukaran bahasa dan budaya yang akan mempertemukan siswa Mudisa dengan siswa Jepang pada pertemuan berikutnya.
Sebanyak 20 siswa mengikuti kegiatan ini dengan 16 perangkat yang di siapkan di Ruang Lab Komputer Mudisa. Guru pendamping, M. Khotib Firdaus, memastikan seluruh siswa dapat bergabung dan mendampingi penyelesaian kendala teknis yang muncul. Semangat siswa untuk mencoba pengalaman baru sangat terlihat sejak awal kegiatan.
Sesi di mulai dengan pengecekan teknis oleh Hana. Ia memastikan kualitas koneksi internet, fungsi perangkat, hingga kesiapan audio dan kamera. Dalam rekamannya, ia mengatakan:
“So we have twenty students and sixteen devices… Let me know if you have any problems and if I can help you.”
Siswa kemudian diminta menguji reaction button, mengetik di chat box, hingga membuka kamera dan mikrofon. Meski beberapa headphone mengalami kendala, siswa tetap dapat mengikuti sesi dengan berbagi perangkat atau berpindah ke laptop lain. Hal ini menunjukkan fleksibilitas dan kerja sama yang baik di antara siswa.
Tahap berikutnya adalah breakout room, di mana siswa berlatih perkenalan diri dalam bahasa Inggris. Setiap siswa menyebutkan nama, panggilan, serta hobi mereka. Latihan ini bertujuan meningkatkan keberanian siswa untuk berbicara di depan orang asing. Hana mengingatkan:
“Please turn on your camera and microphone at all times. Even if you’re not speaking, please keep them on.”
Ia juga memuji sikap siswa Mudisa yang responsif dan percaya diri.
“Overall, I think you guys are very cooperative. Japanese students tend to be super shy, so please also talk to them later.”
Kolaborasi antar negara
Selain berlatih bahasa, siswa juga di perkenalkan dengan etika komunikasi internasional yang biasa di gunakan dalam kolaborasi antarnegara, termasuk menjaga kontak mata, merespons dengan sopan, dan menunggu giliran berbicara.
Kegiatan di akhiri dengan sesi foto bersama yang akan di bagikan kepada guru pendamping. Hana kemudian menjelaskan bahwa sesi mendatang akan melibatkan siswa Jepang secara langsung, sehingga latihan hari ini menjadi fondasi penting bagi siswa Mudisa.
Guru pendamping, Pak Firdaus, menyampaikan bahwa rekaman kegiatan akan di laporkan kepada kepala sekolah untuk evaluasi dan persiapan lanjutan. Menurutnya, sesi ini bukan hanya latihan teknis, tetapi juga bagian dari upaya SD Mudisa membangun karakter dan kompetensi global di kalangan siswa.
Mini Online Session ini menjadi bukti komitmen SD Mudisa untuk menghadirkan pengalaman belajar lintas negara, membuka wawasan internasional, serta mempersiapkan generasi muda menghadapi dunia yang semakin terhubung.

