Jadi Pahlawan Tanpa Membully, Pesan dari SD Mudisa

Mudisaofficial.com — SD Muhammadiyah 1 (Mudisa) Jember memperingati Hari Pahlawan Nasional dengan cara yang penuh makna. Bertempat di Lapangan Upacara Mudisa pada Senin (10/11/2025), kegiatan ini menghadirkan BRIPKA Faiq Syaikhu Abdurrahman, S.H., Anggota Satlantas Polres Jember, sebagai narasumber dalam dua sesi utama: upacara peringatan dan sosialisasi anti-bullying.
Pahlawan Bisa Hadir dari Sisi Manapun
Dalam sesi upacara, BRIPKA Faiq tampil sebagai pembina dengan gaya komunikatif dan penuh semangat. Suasana pagi di lapangan sekolah menjadi hidup ketika ia menyapa para siswa-siswi kelas 4–6 dengan yel-yel khas penuh energi.
“Siapapun bisa menjadi pahlawan, tidak harus berseragam seperti saya. Bapak dan Ibu guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, dan kalian bisa menjadi pahlawan bagi keluarga dan sekolah dengan cara belajar rajin dan disiplin,” ucapnya dalam amanat upacara.
Ia menjelaskan bahwa setiap orang memiliki peran penting untuk berbuat baik di lingkungannya. “Petani adalah pahlawan di sawah, guru pahlawan di sekolah, dan kalian bisa jadi pahlawan masa depan bangsa,” tambahnya.
Melalui pesan tersebut, BRIPKA Faiq mengajak siswa-siswi Mudisa untuk meneladani semangat para pejuang kemerdekaan. Tidak hanya mengenang perjuangan masa lalu, tapi juga mengisi kemerdekaan dengan prestasi dan sikap positif setiap hari.
Sosialisasi Anti-Bullying
Setelah upacara, kegiatan di lanjutkan dengan sosialisasi bertema “Stop Bullying” yang di ikuti siswa-siswi kelas 1–3. Dalam sesi interaktif ini, BRIPKA Faiq menjelaskan secara ringan dan menyenangkan tentang arti bullying, jenis-jenisnya, serta dampak buruk yang akan timbul.
Ia membagi bullying menjadi empat bentuk utama: verbal, fisik, sosial, dan cyber bullying. Setiap jenis di jelaskan melalui contoh dan simulasi sederhana, seperti mengolok teman, menyubit, atau mengajak teman lain untuk menjauhi seseorang. Anak-anak pun antusias menjawab pertanyaan dan mengikuti permainan yang ia sisipkan dalam penjelasan.
“Bullying itu menyakitkan, bahkan tanpa luka. Anak baik itu bukan yang kuat memukul, tapi yang kuat menahan diri dan menghargai temannya,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pelaku bullying bisa membuat korban merasa stres, takut, hingga kehilangan kepercayaan diri.
Dengan gaya yang hangat dan humoris, BRIPKA Faiq menutup sosialisasi dengan pesan penuh makna, “Kalau kalian baik, teman pasti sayang. Kalau kalian suka ngebully, nanti ketemu saya, tak gendong, tak elus-elus,” ujarnya disambut tawa siswa.
Menumbuhkan Karakter Pahlawan Sejak Dini
Kegiatan peringatan Hari Pahlawan di SD Mudisa ini menjadi momen berharga untuk menanamkan nilai karakter kepada anak-anak. Bukan sekadar upacara seremonial, tetapi juga sarana pembelajaran moral tentang bagaimana menjadi pahlawan masa kini yang berani berbuat baik dan menolak perundungan.
Guru-guru dan siswa terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai. Semangat nasionalisme dan kepedulian sosial yang ditanamkan diharapkan bisa menjadi bekal bagi anak-anak dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah.
Dengan semangat kepahlawanan dan anti-bullying ini, SD Mudisa Jember terus berkomitmen membentuk generasi unggul, cerdas, dan berkarakter Islami.

