Karang Gizi, Siswa Mudisa Belajar Mengelola Pekarangan
MudisaOfficial.com – Karang gizi menjadi salah satu materi yang di pelajari siswa SD Muhammadiyah 01 Jember (Mudisa) dalam kegiatan pembelajaran tentang pengelolaan lahan pekarangan pada Kamis (3/9/2026). Kegiatan berlangsung di halaman depan kelas 3 SD Mudisa Jember bersama pemateri Imam Mujiono.
Dalam kegiatan tersebut, siswa mendapatkan penjelasan mengenai berbagai cara memanfaatkan lahan pekarangan agar memberikan manfaat bagi keluarga. Pemanfaatan pekarangan dapat di lakukan untuk memenuhi kebutuhan pangan, memperindah lingkungan, hingga membantu menghemat pengeluaran keluarga.
Imam Mujiono menjelaskan bahwa terdapat beberapa bentuk pemanfaatan lahan pekarangan. Di antaranya adalah karang gizi, karang sari, karang kitri, dan taman gizi.
“Pekarangan kita gunakan sebagai karang gizi, karang sari, karang kitri, atau bila memungkinkan sebagai taman gizi,” jelas Imam saat menyampaikan materi.
Memenuhi Kebutuhan Pangan
Imam menerangkan, karang gizi merupakan pekarangan yang di tanami berbagai tanaman yang mengandung gizi. Beberapa contoh tanaman yang dapat di budidayakan yaitu tomat, cabai, ubi jalar, ubi kayu, talas, empon-empon, serta berbagai jenis buah-buahan.
Menurutnya, pemanfaatan pekarangan sebagai karang gizi dapat membantu keluarga menyediakan bahan pangan untuk kebutuhan sehari-hari. Bahan pangan yang baru di petik dari pekarangan juga dapat langsung di olah sesuai kebutuhan.
Selain tanaman pangan, lahan pekarangan juga dapat di manfaatkan untuk memelihara ternak dan ikan. Dengan demikian, pekarangan dapat menjadi sumber pangan yang lebih beragam bagi keluarga.
Imam kemudian mengenalkan konsep karang sari kepada para siswa. Karang sari merupakan pekarangan yang di tanami berbagai jenis tanaman bunga. Selain memberikan keindahan, keberadaan tanaman bunga dapat membuat lingkungan rumah menjadi lebih nyaman.
Sementara itu, karang kitri merupakan pemanfaatan pekarangan dengan menanam berbagai jenis kayu-kayuan. Hasilnya dapat di manfaatkan untuk kebutuhan tertentu, seperti kayu bakar dan bahan alat rumah tangga.
Pemateri juga menjelaskan bahwa pengelolaan pekarangan secara maksimal dapat memberikan manfaat ekonomi. Ketersediaan bahan pangan dari pekarangan dapat membantu menghemat biaya belanja keluarga. Bahkan, hasilnya dapat memberikan tambahan pendapatan apabila di kelola dan di kembangkan dengan baik.
Melalui pembelajaran tersebut, siswa Mudisa di ajak memahami bahwa lahan pekarangan memiliki berbagai potensi. Tidak hanya menjadi tempat untuk menanam, pekarangan juga dapat menjadi sumber pangan, memperindah lingkungan, serta memberikan manfaat ekonomi.
Kegiatan ini di harapkan dapat menumbuhkan kepedulian siswa terhadap lingkungan. Pengetahuan tentang karang gizi dan pengelolaan pekarangan juga dapat di terapkan secara sederhana di rumah bersama keluarga.
Dengan demikian, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui pembelajaran di sekolah. Mereka juga belajar melihat lingkungan sekitar sebagai ruang yang dapat di manfaatkan secara produktif dan berkelanjutan.

