Siswa Mudisa Belajar Kelola Sampah Organik di Planter Bag
MudisaOfficial.com – Siswa Mudisa Belajar Kelola Sampah Organik. Pembelajaran tersebut merupakan kokurikuler dengan praktik mengolah limbah sampah organik menggunakan media planter bag pada Selasa (4/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran berbasis proyek untuk menumbuhkan kepedulian siswa terhadap lingkungan sekaligus mengenalkan pengelolaan sampah organik sejak dini.
Pembelajaran berlangsung di lingkungan sekolah dengan melibatkan siswa secara langsung. Mereka membawa berbagai jenis limbah organik, seperti daun kering, sisa sayuran, rumput, dan bahan organik lainnya untuk dimanfaatkan sebagai media tanam di dalam planter bag.
Sebelum praktik di mulai, guru menjelaskan fungsi limbah organik serta manfaat mengolahnya menjadi media tanam yang ramah lingkungan. Selanjutnya, siswa mengamati bahan-bahan yang telah di siapkan, kemudian mencatat hasil pengamatan sebelum memulai proses penyusunan media tanam.
Setelah itu, siswa bekerja secara berkelompok untuk memasukkan bahan organik ke dalam planter bag sesuai tahapan yang telah di jelaskan guru. Selain belajar mengenali jenis sampah organik, mereka juga memahami proses pemanfaatan kembali limbah yang sebelumnya di anggap tidak bernilai menjadi media tanam yang bermanfaat.
Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar secara langsung. Dengan demikian, konsep pengelolaan sampah menjadi lebih mudah dipahami karena mereka terlibat dalam setiap tahapan praktik.
Kerja sama, diskusi, dan penyelesaian masalah
Pembelajaran kokurikuler ini juga melatih kemampuan bekerja sama, berdiskusi, dan menyelesaikan tugas kelompok. Setiap siswa mendapat kesempatan mengamati, mencatat, serta menyampaikan hasil pengamatan selama kegiatan berlangsung. Karena itu, pembelajaran menjadi lebih aktif dan berpusat pada pengalaman peserta didik.
Selain memperkuat pemahaman tentang lingkungan hidup, kegiatan ini bertujuan membangun kebiasaan memilah sampah sejak usia dini. Siswa di ajak memahami bahwa sampah organik tidak selalu berakhir sebagai limbah, tetapi dapat di manfaatkan kembali untuk mendukung penghijauan dan budidaya tanaman.
Di sisi lain, penggunaan planter bag memberikan pengalaman baru bagi siswa dalam mengenal media tanam yang praktis dan mudah di gunakan. Media tersebut dapat di tempatkan di berbagai lokasi sehingga cocok di manfaatkan untuk kegiatan bercocok tanam di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Melalui pembelajaran berbasis praktik seperti ini, SD Mudisa terus mendorong peserta didik agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Tidak hanya itu, sekolah juga berupaya menanamkan karakter tanggung jawab, kerja sama, dan kreativitas. Melalui kegiatan ini harapannya para siswa menjadi terbiasa dengan kehidupan sehari-hari.
Kegiatan kokurikuler tersebut di harapkan mampu membentuk budaya peduli lingkungan di kalangan siswa. Dengan pengalaman belajar secara langsung, agar mereka dapat menerapkan pengelolaan sampah organik di rumah. Dan bisa mengajak keluarga untuk memanfaatkan limbah organik menjadi media tanam yang bermanfaat.

