Kabar Mudisa

Warcil SD Mudisa Bikin Prof Aminullah Terharu

Mudisaofficial.com — Momen haru terjadi saat wartawan cilik (warcil) SD Muhammadiyah 1 (Mudisa) Jember mewawancarai Prof. Dr. H. Aminullah El Hady, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jember. Dalam wawancara yang berlangsung di sela acara pengajian Ahad Ceria di Masjid Al Qalam Universitas Muhammadiyah Jember itu, Prof Amin tampak terharu saat mengenang kisah masa kecil bersama orang tuanya.

Pertanyaan sederhana dari salah satu warcil tentang sosok yang paling berperan dalam hidupnya membuat suasana hening sejenak. Dengan suara bergetar, Prof Amin menjawab, “Saya teringat ibu dan bapak saya. Beliau yang menanamkan nilai-nilai hidup dan keikhlasan hingga saya bisa seperti sekarang.”

Air matanya sempat menetes, namun disambut dengan tepuk tangan kecil penuh empati dari para siswa yang hadir. Bagi para warcil, momen itu menjadi pengalaman berharga tentang makna ketulusan dan rasa hormat kepada orang tua.

Salah satu warcil, Aisyah, mengaku tak menyangka jika pertanyaannya akan membuat Prof Amin begitu tersentuh. “Saya hanya ingin tahu siapa yang menginspirasi beliau. Ternyata jawabannya bikin saya ikut terharu,” ujarnya polos.

Pembina Ekskul Jurnalistik SD Mudisa Jember, Wulidatul Aminah MPd, mengapresiasi keberanian para siswa dalam berinteraksi langsung dengan tokoh daerah. “Program wartawan cilik ini bagian dari pembelajaran literasi komunikasi. Anak-anak belajar menyusun pertanyaan, mendengar dengan empati, dan menulis hasil wawancaranya,” jelasnya.

Kegiatan wawancara itu menjadi bagian dari pelatihan jurnalistik yang digelar sekolah untuk menumbuhkan kemampuan menulis dan percaya diri sejak dini. Selain Prof Amin, beberapa tokoh Muhammadiyah Jember juga menjadi narasumber inspiratif bagi para siswa.

Melalui kegiatan ini, SD Mudisa ingin menanamkan nilai berani berbicara, santun bertanya, dan menulis dengan hati. Momen ketika Prof Aminullah menitikkan air mata menjadi bukti bahwa kejujuran dan kepolosan anak-anak bisa menyentuh siapa saja, bahkan seorang tokoh besar sekalipun.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *